Saat para pasangan mengumbar kemesraan di
malam minggu . Aku hanya bisa duduk meratapi kesunyian kelam dalam kamar kecil
berukuran 3x4 meter. menghitung detik
demi detik lorong waktu berputar, menunggu lembar demi lembar halaman kalender
berganti. Aku hanya menunggu sosok laki-laki yang kala itu sering memanggilku
dengan panggilan putri cantik. panggilan manis itu sangat kuringdukan saat ini
begitu pula dengan sosoknya yang selalu memanggilku putri cantik. aku memang
bukan putri tercantik didunia ini, tapi dialah yang membuatku
merasa bahwa akulah putri tercantik
sejagad ini.
Bila masa tiba waktunya, aku yakin sosok
kecilmu akan datang kemari menjemputku,
mengajaku kembali menguntai kasih yang abadi.
Jika kamu membaca tulisan ini, kamu akan merasakan bahwa harga tulisan
ini teramat mahal. Karna aku menulisnya dengan betiran-butiran air mata yang
akan menjadi mutiara kelak saat kau datang kemari. Dua kata untuk masnya yang selalu memanggilku
putri cantik “aku merindukanmu”







0 komentar:
Posting Komentar