Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

tugas individu halaman 37

 Nama: Aswa Tamkiati Putri
 Nim   : A310130064

1. Sebutkan contoh-contoh rubrik opini, rubrik berita, dan rubrik hiburan!
Jawab:
Rubrik opini: tajuk rencana, pojok, karikatur, surat pembaca, artikel, silang pendapat, dan esai.
Rubrik berita: pengantar redaksi, berita, resensi buku, ruang ilmu dan teknologi, feature, apa dan siapa, kronik, dan kosakata.
Rubrik hiburan: puisi, cerita pendek, anekdot, kartun, kata-kata mutiara, dan vinyet.
2. Apakah yang dimaksud tajuk rencana, karikatur, artikel, dan esai?
Jawab:
Tajuk rencana adalah karangan khusus dalam bentuk ulasan yang singkat-padat dan agak formal. Berisi pandangan redaksi tentang peristiwa atau persoalan yang aktual, dan sedang menjadi pusat perhatian.
Karikatur adalah persoalan, peristiwa, situasi aktual yang divisualisasikan dalam bentuk gambar. Karikatur biasanya berkarakter lucu, menyindir, mengolok-olok, bahkan menyengat.
Esai adalah tulisan nonfiksi yang menonjolkan keunikan pribadi penulis. Esai berbeda dengan artikel ilmiah, esai memberi tempat yang lapang kepada penulis untuk mendemonstrasikan sikap dan pandangan pribadi terhadap suatu hal dalam cara dan gaya pengungkapan yang khas.
3. Apakah yang dimaksud resensi buku, feature, apa dan siapa, kronik, dan kosakata?
Jawab:
Resensi adalah tulisan singkat mengenai buku yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan buku, hal-hal menarik yang terdapat dalam buku maupun kritikan terhadap suatu buku yang ditulis di surat kabar atau majalah.
Feature adalah karangan khas yang bersifat kisahan, yang berusaha melihat profil seseorang dengan pengungkapan yang menyentuh dan mengharukan. Kekhasan feature lebih menonjolkan aspek-aspek manusiawi daripada profil tokoh.
Apa dan Siapa adalah rubrik yang menyajikaninformasi yang sangat singkat tentang tokoh populer dan peristiwa atau aktivitasnya dengan daya tarik khusus sehingga menimbulkan kesan lucu, spektakuler, aneh, mencengangkan, atau menarik perhatian.
Kronik adalah laporan peristiwa atau kegiatan yang berdasarkan urutan waktu kejadian. Rubrik ini bermanfaat untuk mengingat, mengenang, melihat kembali sesuatu yang pernah terjadi.
Kosakata adalah rubrik khusus untuk memuat daftar kata, istilah, atau ungkapan terbaru yang beredar di masyarakat atau di lingkungan tertentu dengan penjelasan artinya.
4. Apakah yang dimaksud anekdot, kartun, kata-kata mutiara, dan vinyet?
Jawab:
Anekdot adalah kisah atau cerita kecil jenaka tentang suatu peristiwa atau pengalaman kecil, remeh, lucu, aneh, unik, konyol, kadang-kadang tidak masuk akal, bahkan absurd, tetapi sungguh-sungguh terjadi.
Kartun adalah cerita lucu yang muncul dalam bentuk gambar atau serangkaian gambar yang kadang terselip sindiran dan kritik.
Kata-kata Mutiara adalah kalimat atau serangkaian ungkapan yang mengandung falsafah atau kebijaksanaan hidup. Narasumbernya berasal dari orang yang bijaksana. Bahasa kata-kata mutiara terkesan puitis.
Vinyet adalah goresan atau potret kecil pada bidang tepi keliling halaman buku. Vinyet berfungsi emperkaya isi majalah dan bahan pengisi ruang kosong sehingga citra majalah bertambah semarak.
5. Dalam rubrik Ruang Ilmu dan Teknologi muncul artikel-artikel opini dengan artikel paparan. Apakah perbedaan isi antara artikel opini dengan artikel paparan? Jelaskan pendapat Anda!
Jawab:
Isi artikel opini berupa pendapat/gagasan dari penulisnya, pendapat yang berdasar kepada fakta yang terjadi. Sedangkan isi artikel paparan berupa hasil/kenyataan dari sesuatu yang telah diuji dan disampaikan sebagai sebuah informasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Individu halaman 16

      Nama: Aswa Tamkinati Putri

       Nim  : A310130064

     1.      Ciri majalah sekolah

a.         Majalah sekolah diterbitkan dilingkungan sekolah.

b.        Upaya penerbitan majalah sekolah biasanya dikoordinasikan dalam satu seksi        kegiatan          ekstrakurikuler OSIS

c.         Sasaran utama pembaca majalah sekolah adalah siswa di lingkungan sekolah.

d.        Dari segi pernyataan, majalah yang diterbitkan di lingkungan sekolah, isi  pernyataannya lebih mengutamakan kepentingan publikasi pendidikan dan pengajaran di sekolah.

e.         Penampilan majalah sekolah tidak porno.

       2.      Majalah praremaja atau majalah remaja

a.       Dinamakan majalah praremaja jika majalah sekolah itu diterbitkan untuk dibaca oleh         murid dilingkungan pendidikan dasar (berusia 6-13 tahun).

b.   Dinamakan majalah remaja jika majalah sekolah itu dikelola untuk pembaca remaja (sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama) dan remaja sekolah menengah setingkat siswa SMU (berusia 13-21 tahun)

      3. Majalah yang isinya mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan serta aktifitas   kegiatan pengajaran kependidikan di lingkungan sekolah tersebut.

        4.      Alasan atau pertimbangan yang mendasari pengelolaan majalah sekolah

a.         Pendekatan proses di dalam kurikulum yang berlaku saat ini akan semakin diakui   eksistensinya dalam dunia pendidikan formal di Indonesia.

b.         Kegiatan penerbitan majalah sekolah yang melalui serangkaian tahap dapat berguna untuk mempertajam penalaran siswa.

c.         Majalah sekolah dapat dijadikan wadah pengembangan bidang jurnalistik dan dunia penerbitan.

d.        Majalah sekolah dapat dipakai sebagai wadah salah satu media untuk menyalurkan aspirasi siswa

e.         Majalah sekolah digunakan sebagai media untuk mempermudah hubungan dialogis antar komponen pendidikan

f.         Dengan kegiatan pengelolaan majalah sekolah, terutama kegiatan yang berkaitan dengan ekstrakurikuler, yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar jam pelajaran, siswa belajar memanfaatkan waktu senggang dengan sebaik-baiknya

g.        Pengelolaan majalah sekolah termasuk bagian dari kegiatan ekstrakurikuler

 

         5.      Arti penting majalah sekolah bagi pelajaran bahasa Indonesia

a.       Siswa dilatih menulis berbagai bentuk tulisan dengan memakai ragam bahasa Indonesia yang sesuai dengan rubrik yang tersedia.

b.      Pada saat pengajaran pokok bahasan membaca, siswa dilatih untuk memahami bacaan-bacaan yang memuat di majalah sekolah, membedakan bacaan yang menarik dan yang tidak menarik, menyusun tanggapan secara tertulis tentang isi bacaan yang tidak nalar, kemudian tanggapan itu dapat diterbitkan pada edisi majalah selanjutnya

c.       Majalah sekolah dapat juga dipakai sebagai sumber belajar bahasa

d.      Siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kosakata

e.       Dalam kaitannya dengan pokok bahasan sastra, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga belajar mengapresiasi karya sastra sesama teman

f.   Melatih siswa untuk terampil berbicara (dan menyimak) sesuai dengan konteks komunikasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Majalah Sehalaman


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERPEN



Nantikan Nurmey di Belitung
Oleh: Aswa Tamkinati Putri / A310130064

Saat matahari muncul dari ufuk timur, dengan suara desiran ombak sendu yang mulai membuka hari bersenandung dengan tangisan mungil sang bayi kembar.  Senin 15 Januari 1995 Tanjung Pandan, Bangka Belitung.  Seukir senyum melintas dibibir mungil Mamak melihat dua bayi mungil karunia Tuhan berada diatas gendongan kedua tangannya.
 Kita dilahirkan bersama dengan Mamak yang sama, di hari yang sama,  tanggal yang sama, bulan yang sama serta jam yang hanya selisih beberapa menit.  Kita adalah dua saudara kembar, Nurhey dan Nurmey . Kita kembar identik hingga tak jarang orang yang bisa membedakan kita, karna yang beda dari kita hanyalah bentuk telinga dan rapatan gigi, kita bisa terlihat berbeda apabila kita tersenyum. Lihat saja Nurhey memiliki gigi kelinci yang indah dan akan membuat dia nampak cantik jika ia tersenyum dan aku memiliki gigi kelinci dan satu gingsul di sebelah kiri, itulah salah satu hal yang membedakan kita berdua. Nampak dari foto Nurhey yang selalu Mamak kirimkan melalui surat setiap bulannya.
Kita memang dilahirkan kembar, akan tetapi kita memiliki kehidupan yang sangat jauh berbeda. Karna sejak aku berumur 5 tahun,  aku mulai tumbuh besar bersama Pakde dan Bude disebuah kota besar Provinsi Jawa Tengah yaitu Kota Solo. Sedangkan Nurhey tumbuh besar disebuah pulau bernama Belitung. Kita memang terpisah jauh, akan tetapi kita masih selalu dapat berkomunikasi melalui sebuah surat.
 Dulu sewaktu aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar, aku selalu mendengar cerita – cerita tentang Mamak, Ayah dan Nurhey yang selalu diulang Pakde berulangkali setiap mengantarku ke sekolah dengan sepeda kebonya. Cerita Pakde yang masih jelas aku ingat bahwa “Saat kamu masih berusia belia, keadaan keluarga kamu masih berada di ujung masalah perekonomian yang besar, kapal ayahmu yang biasa digunakan untuk berlayar mencari ikan dan menghidupi keluarga sehari- hari hanyut terbawa ombak yang pasang pada saat itu. Sedangkan dagangan Mamakmu dipasar hangus dilalap si jago merah, bersamaan dengan itu juga datanglah seorang saudagar kaya yang ingin mengambilmu untuk dijadikan anak angkatnya, akan tetapi  karna Ayahmu adalah orang yang sangat bijaksana maka ia tidak mau memberikanmu pada saudagar kaya dan akhirnya Ayahmu mengambil keputusan untuk menitipkanmu kepada Pakde dan Bude di Solo. Ayah dan Mamakmu pada waktu itu benar – benar di beri ujian besar oleh Sang Maha Kuasa”
Cerita – cerita itu selalu masuk melalui gendang - gendang telingaku setiap pagi, dan aku tetap duduk diantara stang sepeda dan tubuh Pakde yang kecil, menyimak dengan seksama.  Aku tidak pernah bosan mendengar cerita – cerita tersebut walaupun harus diulang sampai berpuluh-puluh kalipun, hingga aku hafal diluar kepala, bahkan kalaupun disuruh menceritakan kembali aku pasti  bisa menceriakan kembali dengan fasihnya. 
Mendengar cerita – cerita Pakde serta surat – surat yang selalu Mamak dan  Ayah kirimkan ke Solo aku selalu mempunyai cita – cita untuk bisa menyusul Mamak, Ayah, dan Nurhey di Belitung, karna aku ingin sekali berkumpul dengan mereka merasakan hangatnya dekapan sebuah keluarga kecil. Apa lagi kalau Mamak dan Nurhey sudah mulai bercerita tentang keindahan alam disana, seakan- akan aku ingin langsung terbang kesana, tetapi setiap aku menulis surat untuk mereka di Belitung yang berisi “ Mamak, Ayah, Nurhey, aku rindu kalian, aku ingin bertemu dan berkumpul dengan kalian, Mamak, Ayah tolong bawa Nurmey ke Belitung”
Mamak selalu membalas “ Nurmey sayang, Mamak, Ayah dan Nurhey juga rindu sekali dengan Nurmey, tapi Mamak dan Ayah belum bisa menyusul mu ke Solo Nak, karna ada banyak hal yang membuat Mamak dan Ayah belum bisa meninggalkan Belitung, kamu yang sabar ya Nak, belajar yang rajin, jadi orang sukses dan susullah Mamak, Ayah dan Nurmey di Belitung, Mamak dan Ayah minta maaf Nak, doa kami selalu untukmu, salam untuk Pakde dan Budemu”
Jawabku dalam surat balasan “ iya Mamak, Nurmey janji bahwa Nurmey akan belajar dengan rajin disini, menjadi orang pintar dan sukses serta akan pulang kembali bersama  kalian. Nurmey ingin memeluk Mamak, Ayah dan Nurhey. Mamak, Ayah, Nurhey kalian tahu tidak bahwa aku selalu membayangkan betapa bahagianya aku saat berada disana bersama kalian, aku selalu membayangkan bermain di pantai pasir putih bersama kalian semua, bermain ombak bersama, melihat burung burung beterbangan, melihat pelangi diatas bebatuan Pantai Tanjung Tinggi , merasakan hiruk piruk Pulau Belitung seperti yang selalu kalian ceritakan disetiap sudut surat.  Tapi tak apalah, waktu tak akan berjalan lama karna aku yakin kelak pasti aku akan menyusul kalian di Belitung. Mamak, Ayah dan Nurhey, doakan aku selalu disini. Aku merindukan kalian, salam sayang Nurmey”
Seperti yang aku tuliskan dalam isi surat tersebut bahwa aku akan berjuang terlebih dahulu disini, menuntut ilmu, menjadi orang sukses dan selanjutnya Belitunglah tujuan pertamaku. Untuk memetik buah kerinduan Mamak, Ayah dan Nurmey.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS